Forum SKPD DISPARBUD DAIRI Berjalan Lancar dan Sukses

0
389
​Forum SKPD DISPARBUD DAIRI Berjalan Lancar dan Sukses
​Forum SKPD DISPARBUD DAIRI Berjalan Lancar dan Sukses

DISPARBUDDAIRI.com – Forum SKPD Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Dairi berlangsung sukses dan lancar dilaksanakan di Gedung Nasional Djauli Manik Sidikalang (07/03/17) dipandu Drs. Leonardus Sihotang selaku Kadis Parbud Dairi didampingi Sekretaris Dinas Rotua Panjaitan, SKM.,  M. Kes bersama seluruh stafnya,  dihadiri Drs. Naek Kamal Lumbantobing selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab. Dairi, AKP B. Silalahi selaku Kasat Sabhara Polres Dairi,  B. Sitopu selaku Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset, utusan dari beberapa SKPD, Esra Nahampun selaku Camat Silahisabungan, Simarmata selaku Sekcam sitinjo,  Kepala Desa, Tokoh Masyarakat, Sulang Silima Kudadiri, Gema Sicikecike, Ir. Ahmad Padang Padang selaku Ketua IKPPI dan juga seniman serta pengusaha,  PERPI,  Komunitas Sanggar, Rikson Sihombing selaku Asisten Manager Geopark Kaldera Toba Geo Area- Dairi yang juga Ketua DPD Parade Nusantara Kab. Dairi serta mewakili pers.

Suasana Forum SKPD Disparbud Dairi saat berlangsung. (Foto by Sampe)
Suasana Forum SKPD Disparbud Dairi saat berlangsung. (Foto by Sampe)

Dalam sambutannya Leonardus mengatakan, “Forum SKPD dilaksanakan mengacu pada permendagri Nomor 54 tahun 2010 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan,  Pengendalian dan Evaluasi,  Pelaksanaan Pembangunan Daerah. Forum ini merupakan wahana antar pihak-pihak yang langsung atau tidak langsung mendapatkan manfaat atau dampak dari program dan kegiatan Disparbud sebagai perwujudan dari pendekatan partisipatif perencanaan pembangunan daerah, dengan tujuan menyelaraskan program dan kegiatan Disparbud dengan usulan program dan kegiatan hasil musrenbang kecamatan, mempertajam indikator serta target kinerja program dan kegiatan tupoksi, menyelaraskan program dan kegiatan antar SKPD dalam rangka optimalisasi pencapaian sasaran sesuai dengan kewenangan dan sinergitas pelaksanaan pembangunan Kab. Dairi yang hasilnya akan dituangkan dalam rancangan renja Disparbud Dairi selanjutnya untuk penyusunan RPJMD oleh Bappeda”.

Silahkan mengusulkan program dan kegiatan  dari ‘niat’ yang baik  dengan memperhatikan pengembangan kepariwisataan harus bermuara pada  feed back dengan indikator peningkatan pengunjung dan pendapatan daerah, tambahnya.

Naek Tobing mengemukakan usulan pada forum SKPD ini harus mengedepankan keterkaitan atau sinkronisasi antara renja,  strategi dan arah kebijakan,  konsistensi pada pro kemiskinan dan masyarakat,  kelengkapan dan keuangan daerah,  terukur, proses perencanaan bottom up – top down,  teknokratif dengan kajian akademis/ilmiah, politis yaitu sesuai dengan visi misi Pemkab Dairi dan kita berharap mulai perencanaan,  penganggaran dan pengawasannya secara on line atau elektronik oleh Bappeda.

Beberapa usulan yang dari Tokoh masyarakat Sitinjo Pak Kudadiri,sulang silima merga kudadiri dan Kecamatan Sitinjo antara lain pembukaan jalan dibelakang rumah penduduk di depan lokasi parkir, sertifikat tanah (Taman Wisata Iman) TWI, pengadaan Alquran Raksasa di lokasi Mesjid TWI,  Pembentukan Sanggar Tari pakpak untuk ditampilkan di Open Stage TWI secara terjadwal, Pelatihan Pemandu dan Photographer, Bulan Bhakti Gotong Royong.

Sementara area Silahisabungan dari Rikson Sihombing dan Kecamatan Silahisabungan mengusulkan Pembangunan Gapura di Pintu Masuk/Keluar Lae Pondom dan Paropo, Pembangunan Jalan Setapak menuju air terjun di Desa Silalahi II dan mengitari pertanian bawang dengan pembangunan gazebo. Hal ini sangat mendesak dan dimohon ditampung pada PAPBD 2017 mengingat hal ini menjadi salah satu syarat Pengusulan kedua kalinya Geopark Kaldera Toba ke GGN UNESCO oleh Pemerintah RI pada september 2017 dan kedatangan asesor April 2018. Selain itu Pengadaan Mobil Ambulance,  Revitalisasi Rumah Adat, Pemugaran Situs Situs Budaya, Pengadaan Lampu Penerangan Jalan/Pantai, Pelatihan penenun ulos, Pelaksanaan atraksi budaya/tarian/musik, Pembangunan Tempat/kios Kerajinan Tangan,  dll.

Pengadaan Alat Musik Tradisional Pakpak untuk dihibahkan kesekolah – sekolah, Pelatihan budaya/musik/tarian Pakpak kesekolah-sekolah dan Pembuatan Desa Wisata Pakpak di Sitinjo usulan dari Aslim Padang dan Ahmad Padang.

B.  Sitopu mengusulkan agar Dibuat standarisasi/ keseragaman budaya pakaian, gerga maupun ornamen Pakpak yang dapat diterima dan disepakati bersama oleh tokoh masyarakat dari seluruh suak pakpak yang ada,  sementara AKP B. Silalahi mengungkapkan agar memaksimalkan atau Revitalisasi Pos Polisi Pariwisata di TWI serta Biaya operasional  PAM personil Polisi Pariwisata agar ditampung di anggaran Disparbud.

Leonardus pada closing statement mengungkapkan segala usulan dari seluruh stake holder atau pemangku kepentingan diatas mengucapkan terimakasih atas masukan yang sangat berharga dan menjadi kajian, perhatian untuk diusulkan dan diperjuangkan nantinya pada pembuatan DPA dan DPAP untuk tahun 2017 ini dan tahun 2018 nanti, mana kala tahun ini dan tahun depan belum terealisasi seluruhnya karena mungkin masalah anggaran dan teknis dimohon kita bersabar dan tetap kita bangun komitmen dan kerjasama yang baik untuk memperjuangkannya pada tahun-tahun yang akan datang demi kemajuan khususnya  kepariwisataan dan kebudayaaan Kabupaten Dairi.
Njuah-Njuah…  Horas… Mejuahjuah…!!!