Berbagai Macam Musik Pakpak

0
3412
Kalondang Alat Musik Tradisional Pakpak
Kalondang Alat Musik Tradisional Pakpak

DisparbudDairi.com – Semua kelompok budaya di dunia memiliki tradisi musik. Di negara manapun, lagu-lagu atau komposisi tradisional dinyanyikan tidak hanya sebagai penghibur hati, melainkan juga mengiringi berbagai peristiwa penting seperti upacara adat, acara pernikahan, panen, pengangkatan kepala suku, bahkan pemakaman. Banyak dari lagu-lagu tradisional ini yang berkembang menjadi lagu populer karena sering dilettante dalam berbagai kesempatan atau diperkenalkan oleh kaum pendatang di daerah yang baru, termasuk lagu pakpak.

Masyarakat Pakpak yang sebagian besar menghuni wilayah Kabupaten Dairi di Sumatra Utara ini memiliki latar belakang tradisi musik yang kaya dalam ragam instrumen dan nada, sementara banyak lagu pakpak kontemporer kini menjadi lagu populer yang iramanya bercampur dengan pengaruh musik etnis lain dan bahkan unsur-unsur serta instrumen modern.

Musik dalam Tradisi Pakpak

Masyarakat Pakpak memiliki dua macam bentuk komposisi musik utama; musik berupa nyanyian dengan vokal serta ensembel alat-alat musik. Jenis yang pertama secara tradisi merupakan sarana untuk bercerita; misalnya, dalam menceritakan kisah khas Pakpak yang berjudul Sitagandera, si pencerita dituntut untuk mampu menyanyikan kisah tersebut dan bukan hanya menuturkannya saja seperti orang berbicara. Sedangkan ensembel alat musik biasanya dibawakan pada saat acara-acara adat atau menyertai peristiwa-peristiwa penting yang membutuhkan iringan musik. Tetapi, secara umum, musik dengan ensembel ini dibagi menjadi dua yaitu musik duka dan musik riang. Alat-alat musik Pakpak terdiri dari perkusi seperti gendang dan gong, serta alat musik melodis seperti kalondang, lobat dan sordam (semacam seruling). Sordam merupakan alat musik yang digunakan dalam banyak peristiwa; dari mengiringi acara pernikahan, mengisi waktu ketika menggembalakan kerbau, hingga berhubungan dengan arwah para leluhur atau bahkan mencari orang yang hilang di hutan.

Lagu Pakpak Kini

Banyak lagu pakpak yang populer merupakan adaptasi dari odong-odong, yaitu lagu-lagu bernada minor dengan lirik yang lazimnya menggambarkan sesuatu yang romantis atau malah menyayat hati, misalnya kecantikan seorang kekasih, rasa kangen perantau terhadap keluarga dan kampung halamannya, hingga ratapan mengenai kemalangan hidup. Para pemeras nira sering menyanyikan odong-odong kala bekerja. Kini, banyak sekali lagu pakpak yang menjadi populer dan diadaptasi secara modern menggunakan instrument yang juga modern seperti keyboard. Lagu-lagu populer Pakpak yang kerap diputar di acara-acara pernikahan ini misalnya Cikala Le Pongpong, Pantar Silang, dan Tangis Anak Melumang. Bahkan, lagu pakpak yang sering terdengar jaman sekarang telah mengadaptasi unsur-unsur musik yang berbeda, misalnya irama Melayu serta nyanyian yang dibawakan grup vokal. Hal ini tak lepas dari kecenderungan pemusik Pakpak kontemporer yang memilih untuk mengikuti tren musik yang lebih cepat berkembang dan populer seperti lagu-lagu daerah Toba dan Karo, yang kini memang banyak mengadaptasi irama serta gaya pelantunan lagu Melayu.