Bupati Dairi KRA. Johnny Sitohang Adinegoro, S.Sos : Pesta Budaya Njuah-Njuah Kabupaten Dairi Tahun 2018 terus Mengalami Peningkatan Minat dan Kreativitas Masyarakat

0
292
Bupati Dairi memukul Gong sebanyak 5 kali tanda berakhirnya pesta Budaya Njuah-Njuah
Bupati Dairi memukul Gong sebanyak 5 kali tanda berakhirnya pesta Budaya Njuah-Njuah

DISPARBUDDAIRI.com – Bupati Dairi KRA. Johnny Sitohang Adinegoro, S.Sos memukul gong sebanyak 5 (lima) kali sebagai symbol Sulang silima dan Pancasila sebagai pertanda ditutupnya secara resmi pelaksanaan Pesta Budaya Njuah-Njuah Kabupaten Dairi Tahun 2018 di Stadion Utama Panji Sidikalang (29/09/18) yang dihadiri utusan dari (Badan Pelaksana Otorita Danau Toba) BPODT, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara, Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi, S.Sos, Forkopimda, Sekda Kab.Dairi Sebastianus Tinambunan, SH., M.Pd, Tim Penggerak PKK dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Dairi, Organisasi Kemasyarakatan dan Adat, para Camat, tokoh masyarakat, adat, pemuda , seniman dan budayawan Pakpak dan undangan utusan dari Kabupaten tetangga serta BUMN/BUMD dan ribuan warga Kabupaten Dairi.

Tokoh Adat Pak-Pak sambut kedatangan Bupati dan Wakil Bupati
Tokoh Adat Pak-Pak sambut kedatangan Bupati dan Wakil Bupati

Dalam sambutannya Bupati Dairi yang didampingi Wakil Bupati Dairi mengungkapkan bahwa Pesta Budaya Njuah-Njuah Kabupaten Dairi Tahun 2018 merupakan agenda kegiatan rutin dan terjadwal setiap tahun oleh Pemerintah Kabupaten Dairi yang diselenggarakan selama 6 (enam) hari. Hal ini merupakan komitmen dan keseriusan Pemkab. Dairi dalam upaya menggali, melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai Budaya Pakpak sebagai aset kebudayaan daerah Kabupaten Dairi.

Kata sambutan dari Bupati dan Wakil Bupati Dairi
Kata sambutan dari Bupati dan Wakil Bupati Dairi

Dari berbagai aktivitas dalam persiapan dan pelaksanaan Pesta Budaya Njuah-Njuah Kabupaten Dairi Tahun 2018 ini maupun pada tahun-tahun sebelumnya saya melihat adanya peningkatan minat dan kreativitas masyarakat yang bermuara kepada peningkatan kualits penyelenggaraan Pesta Budaya Njuah-Njuah. Namun demikian, saya perlu menyampaikan beberapa hal untuk menjadi perhatian kita bersama agar sasaran dan tujuan program serta kegiatan penyelenggaraan Pesta Budaya Njuah-Njuah ini dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan.

Pertama, adanya perbedaan penafsiran dan pemahaman terhadap nilai-nilai seni dan budaya daerah hendaknya tidak menjadi hal yang menimbulkan perpecahan dan menurunkan motivasi diantara para pelaku seni dan budaya, namun dapat menjadi pendorong bagi semua pihak untuk duduk bersama, bermusyawarah dan bermufakat menggali dan mendalami kembalinilai-nilai dari unsur-unsur budaya daerah dan diselaraskan dengan tujuan penggalian dan pengembangan potensi budaya daerah.

Kedua, nilai-nilai budaya tidak hanya tertuju kepada seni, ornamen, pakaian, bahasa ataupun unsur-unsur lain yang kasat mata. Ada nilai-nilai falsafah budaya yang perlu kita lestarikan dan tumbuh kembangkan dalam kehidupan kita sehari-hari, seperti: saling menghormati, saling menghargai, saling membantu dan bergotong royong, bermusyawarah, budaya bersih, budaya tertib dan lain-lain.

Ketiga, budaya merupakan hasil olah pikir dan manifestasi perilaku manusia dalam berhubungan dengan penciptanya, alam sektar dan sesamanya. Budaya tumbuh dan berkembang karena mempengaruhi kehidupan dan menjadi kebutuhan bagi penganut dan pelaku budaya itu sendiri. Dengan demikian aktivitas seni dan budaya daerah perlu dikembangkan secara kreatif untuk dapat memberikan manfaat secara langsung kepada paara pelakunya.

Lanjutnya, dulunya sekitar 35 tahun Pesta Budaya Njuah-Njuah semacam Pesta Budaya yang menampilkan Budaya Pakpak, Toba Karo dan lain-lain. Ini adalah ke 14 saya mengikuti semenjak saya Wakil Bupati hingga Bupati Dairi selama dua periode dimana pelaksanaannya terus meningkat baik dari jumlah hari pelaksanaan, minat, kualitas serta kreativitas penyelenggaraan, tegasnya.

Sementara Irwansyah Pasi, SH mengungkapkan bahwa Penyelenggaraan Pesta Budaya Njuah-Njuah Kabupaten Dairi harus terus dipertahankan dan ditingkatkan pada hari-hari yang akan datang. Dan momen ini kami sampaikan mohon pamit kepada seluruh masyarakat Dairi dimana ini terakhir kali kami mengikuti Pesta Budaya Njuah-Njuah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Dairi . tentu sasja mungkin kami akan hadir tapi bukan sebagi Bupati dan Wakil Bupati Dairi mungkin sebagai tokoh masyarakat, karena itu kami mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami dan mohon maaf apabila ada kekurangan selama ini dan doakan saya akan kembali mengabdi di Provinsi Sumatera utara, tutupnya pamitan.

Pelaksanaan Pesta Budaya Njuah-Njuah kabupaten Dairi Tahun 2018 dibuka oleh Wakil Bupati Dairi pada tanggal 24 September 2018 yang lalu di Gedung Nasional Djauli Manik Sidikalang diawali dengan defile kirab budaya dari berbagai sekolah, komunitas, lembaga, ormas, etnis dan OPD dimana diisi dengan eera-era (tarian penyambutan), tari kolosal, fashion carnival, fashion show, lomba permainan tradisional seperti marjalengkat, margasing dan margalah, festival pakpak Band, lomba mewarnai ornamen (gerga) pakpak untuk tingkat TK, SD, dan remaja, pagelaran malam seni budaya Pakpak dan Pakpak Music Concert.

Pada acara penutupan tanggal 29 September 2018 di awali dengan tarian penyambutan (era-era) kepada tamu VIP kemudian defile penyerahan ‘luah’ atau ungkapan syukur dan terimakasih kepada Raja/Bupati/Pemerintah Kabupaten Dairi dari seluruh masyarakat Dairi mulai dari Desa, kecamatan hingga OPD se-Kabupaten Dairi berupa hasil bumi dan pertanian yang melimpah kemudian diisi dengan tari kolosal, pembagian luah, penyerahan hadiah kepada para juara lomba dan festival, sendihi dan pemaparan budaya dan penampilan seni budaya dari Sanggar Tari Grace dari Silahisabungan. (Mosanda Tampubolon).