Diguyur Hujan, Sendratari Pertaki II Pemkab Dairi Malah Tampil Memukau di PRSU Medan

0
1404
Pagelaran Sendratari Pertaki 2

DISPARBUDDAIRI.com – Pagelaran seni, drama dan tarian (sendratari) budaya Pakpak bertema Pertaki II dari Pemerintah Kabupaten Dairi pada PRSU ke-46 Senin (03/04) tampil memukau dihadapan ratusan pengunjung yang hadir di Open Stage PRSU.

Walau acara diguyur hujan, sendratari berdurasi 1 jam 20 menit itu tidak membuat para pemain patah semangat, justru sebaliknya tampil makin maksimal. Bahkan, dari awal hingga acara selesai, para pengunjung yang hadir tak satu pun beranjak dari tempat duduknya.

Sendratari Pertaki II ini menceritakan suasana perebutan kekuasaan seorang anak bernama Mahangga kepada ayahnya dengan cara yang tidak baik, sampai-sampai melakukan pemaksaan bahkan berupaya untuk meracuni dan berakhir tragis dengan pembunuhan.

Saudara perempuan Mahangga bernama Karina pun, berkat tipu daya Mahangga, turut diajak memperdaya sang ayah. Padahal, sang ibunda mereka sedang mengandung. Akhirnya, sang ayah dibunuh oleh Mahangga. Melihat sang ayah tidak bernyawa lagi, Karina akhirnya sadar diri telah diperdaya untuk membantu membunuh sang ayah. Karina pun akhirnya dengan perasaan marah membunuh Mahangga, sang putra mahkota.

Pertaki merupakan julukan pimpinan kesatuan marga lebbuh atau satu kampung. Nah, sepeninggal Pertaki dan Mahangga, masyarakat atau pengikut Pertaki berharap bayi yang sedang dikandung istri Pertaki bernama Tiur, menjadi pengganti Pertaki.

Tidak hanya penampilan maksimal setiap pemain turut memukau pengunjung, tari-tarian khas budaya Pakpak yang ditampilkan pun sangat bagus dan rapi.

Acara pagelaran seni dan budaya ini dibuka oleh Bupati Dairi KRA Johnny Sitohang Adinegoro dan dihadiri Wakil Bupati Irwansyah Pasi, SH, Ketua DPRD Sabam Sibarani, S.Sos, Kapolres Dairi AKBP Khobul Syahrin Ritonga, SIK, M.Si, Sekretaris Daerah (Sekda) Sebastianus Tinambunan, SH, M.Pd, Dra Rosema Silalahi Kepala Dinas Pendidikan, tokoh adat dan masyarakat Pakpak, serta pejabat Dairi lainnya dan masyarakat Dairi yang tinggal di kota Medan.

Bupati Dairi Membuka Pagelaran Seni & Budaya di PRSU 2017

Bupati Dairi dalam sambutannya mengatakan keikutsertaan Kabupaten Dairi di kegiatan-kegiatan seperti PRSU malam ini merupakan perwujudan kegiatan dalam penyelengaraan urusan kebudayaan daerah dalam hal pengelolaan kebudayaan daerah dalam upaya penggalian dan unsur-unsur budaya daerah yang meliputi bahasa, kesenian, sistem pengetahuan dan adat istiadat dan budaya.

Dia menambahkan bahwa untuk urusan pengelolaan kebudayaan daerah ini, Pemerintah Kabupaten Dairi telah ikut memfasilitasi dan mewujudkannya. Misalnya, telah memasukkan pelajaran bahasa Pakpak menjadi kurikulum muatan lokal di tingkat sekolah dasar. Lalu menjadikan lokasi Gedung Nasional Djauli Manik sebagai pusat aktifitas pengembangan seni dan budaya sekaligus melengkapinya dengan peralatan seni musik dan tari Pakpak. Kemudian, menyelenggarakan dan mengikuti kegiatan seni dan budaya daerah secara rutin dan berkesinambungan.

Selanjutnya, menurut Ketua Panitia yang juga Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Dairi Drs Leonardus Sihotang, tujuan pagelaran seni dan budaya Kabupaten Dairi tahun ini selain sebagai sebuah penggalian budaya daerah Pakpak, dapat juga mempromosikan budaya Pakpak sebagai salah satu potensi kebudayaan Dairi untuk mendukung kepariwisataan daerah Kabupaten Dairi.

Dia juga menambahkan, para pemain di Pertaki II ini adalah anak-anak SMP dan SMA dari berbagai sekolah di Dairi yang dibina oleh dinas yang dipimpinnya.

Selain pertunjukan Pertaki II, pagelaran dari daerah yang terkenal dengan kopi ini juga diisi dengan penampilan sketsa promosi pesta budaya Njuah-njuah kabupaten Dairi 2017 oleh siswa-siswi yang dibina oleh dinas kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Dairi. Kemudian, ada juga penampilan seni moccak (seni beladiri suku Pakpak) oleh Ikatan Mahasiswa Pakpak Kota Medan.

SHARE
"Great minds discuss ideas. Average minds discuss events. Small minds discuss people."