Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara Laksanakan Sosialisasi GEOPARK KALDERA TOBA di Taman Wisata Iman

0
250
Sosialisasi Geopark Kaldera Toba
Sosialisasi Geopark Kaldera Toba

DISPARBUDDAIRI.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara melaksanakan Sosialisasi Geopark Kaldera Toba di Gedung Bahtera Nuh – Taman Wisata Iman Sitinjo, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (19/07/18) dihadiri tokoh masyarakat, perangkat desa dan masyarakat setempat.

Gagarin Sembiring selaku Wakil General Manager Geopark Kaldera Toba Sosialisasi
Gagarin Sembiring selaku Wakil General Manager Geopark Kaldera Toba Sosialisasi

Dalam pemaparannya Gagarin Sembiring selaku Wakil General Manager Geopark Kaldera Toba menjelaskan dari sisi geologis bahwa Danau Toba terbentuk akibat tiga kali letusan Gunung Toba, dimana ledakan terakhir yang maha dahsyat (supervolcano) dibumi ini terjadi sekitar 74. 000 tahun yang lalu hingga membentuk kawah gunung api raksasa yang lazim disebut kaldera.

Kaldera merupakan warisan bumi yang terbentuk adalah anugerah Tuhan sangat indah kemudian diisi oleh air sehingga menjadi Danau Toba dengan pesona alamnya yang luar biasa saat ini.

Untuk menjaga, melestarikan, mengelola, mengembangkan serta memasarkan dan mempromosikan ke dunia Internasional untuk meningkatkan pendapatan masyarakat pemerintah Provinsi Sumatera Utara membentuk Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba.

Geopark Kaldera Toba memenuhi keragaman geologi (geo diversity) memperkaya khasanah situs dianggab sakral seperti bebatuan jutaan tahun usianya terdapat di Paropo, Sumber Air Mineral seperti Sipaulak Hosa, Batu andesit Pagar Parorot dan Batu Jongjong dan Sigadap, keragaman hayati (bio diversity) seperti Mangga dan Bawang Silalahi serta keragaman budaya (culture diversity) seperti budaya, bahasa, adat istiadat, pakaian (ulos) dan lainnya.

“Beberapa penelitian membuktikan bahwa dampak letusan tersebut berupa abu vulkanik ditemukan di kutub utara kemudian Samudra Indonesia dan juga di Benua Asia Afrika yang sama persis di Kawasan Danau Toba”, ungkap geologist tersebut.

Deby Panjaitan Kasi pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provsu
Deby Panjaitan Kasi pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provsu

Sementara Deby Panjaitan Kasi pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provsu memaparkan Menjadikan Destinasi Pariwisata Berbasis Geopark merupakan langkah jitu dan mumpuni dalam mewujudkan kebijakan Pemerintahan Jokowi-JK yang telah menetapkan Kawasan Danau Toba menjadi salahsatu prioritas Kawasan Strategis Pembangunan Pariwisata Nasional.

“Satusatunya strategi dalam mewujudkan target 11 juta wisman ke Indonesia termasuk target 1 juta wisman ke Sumatera Utara (sekarang 260.00-an wisman) adalah menjadikan Geopark Kaldera Toba (GKT) terdaftar di UNESCO Global Geoparks (UGG) dimana pada 01 Agustus 2018 tim asesor dari UNESCO akan melaksanakan visitasi dan kunjungan lapangan ke Kawasan GKT dan berharap kita akan diterima mengikuti Batur, Sewu, Ciletuk, dan Rinjani”, jelasnya.

Geopark dikelola dengan konsep edukasi, konservasi dan pemberdayaan masyarakat dengan menawarkan tagline Geopark Kaldera Toba Memuliakan bumi, Mensyukuri Warisan Bumi dan Mensejahterakan Masyarakat.

Dengan konsep tersebut diharapkan mampu meningkatkan peningkatan kunjungan ke Kawasan Danau Toba sekaligus meningkatan pendapatan masyarakat nantinya.

Drs. Leonardus Sihotang Kepala Dinas Pariwsata dan Kebudayaan Kabupaten Dairi
Drs. Leonardus Sihotang Kepala Dinas Pariwsata dan Kebudayaan Kabupaten Dairi

Drs. Leonardus Sihotang selaku Kadis Pariwisata yang membuka, moderator sekaligus menutup sosialisi mengharapkan bahwa disamping cerita geologis cerita legenda maupun mitos perlu dikemas apik terbentuk Danau Toba untuk disuguhkan sebagai daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Kabid Pariwisata Marulak Situmorang dan Kasi Pariwisata Mosanda Tampubolon
Kabid Pariwisata Marulak Situmorang dan Kasi Pariwisata Mosanda Tampubolon

Dan juga memaksimalkan penguatan sinergitas fungsi dan peran dari seluruh stake holder yang berkepentingan seperti BPODT, BPGKT serta seluruh masyarakat dilibatkan demi mewujudkan GKT menjadi momentum kontribusi strategis dalam meningkatkan jumlah kunjungan dan pendapatan masyarakat khususnya di sekitar kawasan Danau Toba, harapnya. (Mosanda Tampubolon)