Disbudpar PROVSU Gandeng Disparbud Dairi Laksanakan Workshop di Silahisabungan

0
340

DISPARBUDDAIRI.com – Pelaksanaan Workshop Peningkatan Kapasitas Usaha Masyarakat Destinasi Pariwisata oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Dairi di Debang Resort Silahisabungan yang dihadiri para pelaku pariwisata,  pengrajin, penenun ulos,  pengusaha hotel dan pantai, pedagang souvenir (26/04/17) berlangsung sukses.
Drs.  Leonardus Sihotang selaku Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Dairi yang juga sebagai narasumber memaparkan bahwa Pemkab Dairi melalui Disparbud menetapkan Silahisabungan menjadi salahsatu Program Strategis Pengembangan Destinasi selain Taman Wisata Iman Sitinjo dan Gedung Nasional Djauli Manik Sidikalang.

Kepala Disparbud Dairi Leonardus Sihotang saat memberikan pemaparan pada acara Workshop tsb.
Kepala Disparbud Dairi Leonardus Sihotang saat memberikan pemaparan pada acara Workshop tsb.

Dalam pengembangan pariwisata, beberapa program tahun 2018 dan juga di PAPBD tahun 2017 telah diusulkan dan diperjuangkan yang didukung dan bersinergi dengan Program Geopark Kaldera Toba Geosite Silahisabungan, seperti Pembangunan Gapura di pintu Masuk ke Silahisabungan dari Lae Pondom  dan Tongging bermotif Geopark Kaldera Toba,  Jalan Setapak atau Pedestrian mengitari Tanaman Bawang atau Padi atau Air Terjun dengan Pembangunan Gazebo, Revitalisasi Rumah Adat,  Pembangunan Gallery, Pelatihan Pemandu Wisata dan Photographer, Pengadaan Lampu Jalan, dll, ungkapnya. “Program tersebut agar menjadi realita,  maka diperlukan dukungan dan sinergitas  dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat pemilik lahan agar bersedia menerima dan mengijinkan lahan atau tanahnya untuk pembangunan dimaksud apabila anggarannya nanti sudah disetujui, sehingga program tidak sia-sia nantinya hanya karena masalah tempat atau lahan”, tegasnya.

Tentu diharapkan muara dari seluruh program atau  pembangunan pemerintah nantinya adalah harus ada peningkatan jumlah pengunjung dan juga Pendapatan Asli Daerah serta masyarakat, tutupnya. Sementara narasumber Dapot Hasudungan Tamba,  SE.,  M. Si selaku Kadis Ketenagakerjaan,  Koperasi dan UKM Kab. Dairi mengatakan bahwa, “tantangan terbesar UMKM indonesia dalam menghadapi MEA adalah bagaimana menentukan strategi untuk memenangkan persaingan dan salahsatu strategi yang dapat digunakan adalah menciptakan berbagai keunggulan dan kekhasan dari produk yang dihasilkan khususnya di Silahisabungan, seperti pemahatan batu yang ada disilalahi dengan berbagai motif untuk dijadikan souvenir, mengolah kayu ‘jior’ untuk kalung, gantungan kunci,  gelang dll, mengolah bawang digoreng, ikan porapora, dengan dikemas bagus”.

Humala Pardede, S. Pd selaku Kasi Lembaga Budaya dan Kemitraan pada Disparbud Provsu mengungkapkan bahwa dalam hal peningkatan kapasitas usaha masyarakat di destinasi pariwisata berharap Silahisabungan seperti Bali berobah dari sebelum penduduk mengenal pariwisata 20% penduduknya bermatapencarian bertani namun kemudian berbalik menjadi 80 % hidup dari usaha pariwisata yang sudah tentu lebih menjanjikan.
“Tentu pariwisata akan maju bila didukung dengan pembangun sarana dan prasarana yang baik,   seperti usaha akomodasi, kuliner, souvenir, transportasi dan juga keamanan dan pelayanan yang mengesankan”, tegasnya.
Rikson Sihombing mewakili peserta selaku Asisten Manager Geopark Kaldera Toba Geosite Silahisabungan dan juga Ketua DPD Persatuan Rakyat Desa (PARADE)  Nusantara Kab. Dairi mengucapkan terimakasih kepada para narasumber yang profesional dan juga kepada panitia dari Disbudpar Provsu dan Disparbud Kab. Dairi serta berharap kegiatan seperti ini dilanjutkan.

Rikson Sihombing juga menambahkan bahwa pihaknya siap bersinergi dan bekerjasama serta mendukung penuh program dan pembangunan pemerintah yang pro atau melibatkan dan mensejahterakan masyarakat khususnya desa di GKT Geosite Silahisabungan serta berterimakasih kepada Bupati Dairi Johnny Sitohang Adinegoro,  S. Sos. yang mendukung program GKT Geosite Silahisabungan tentu diharapkan akan mendorong peningkatan kapasitas usaha masyarakat.
Njuah-njuah…  Mejuahjuah… Horas…!!!