Dr. Pauline Van K.M. Roosmalen: Kuliner dan Oles Pakpak sangat berpotensi menjadi Magnet Pariwisata Dairi

0
148
Dr. Pauline Van K.M. Roosmalen bersama Kabid Pariwisata dan Kasi Pariwisata menikmati Kuliner Dairi
Dr. Pauline Van K.M. Roosmalen bersama Kabid Pariwisata dan Kasi Pariwisata menikmati Kuliner Dairi

DISPARBUDDAIRI.com – Dr. Pauline K.M. Van Roosmalen salah seorang tim konsultan bidang kebudayaan dan warisan budaya yang ditugasi Kementerian PUPR melalui Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) untuk menyusun Integrated Tourism Masterplan Program (ITMP) Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba mengungkapkan bahwa kuliner dan oles Pakpak sangat berpotensi dijual menjadi magnet pariwisata Dairi masa depan.

“Sebelumnya saya berpikir bahwa ulos dikawasan Danau Toba semuanya sama seperti yang saya lihat di Humbahas dan Tobasa, tapi ternyata mempunyai keunikan nama (ulos, oles, uis), motif dan fungsi yang berbeda di Toba, Karo, Simalungun juga di Pakpak dan di Silahisabungan”, ungkap wanita berkebangsaan Belanda ini kagum.

Dr. Pauline Van K.M. Roosmalen mengenakan Ulos
Dr. Pauline Van K.M. Roosmalen mengenakan Ulos

Lanjutnya, “Saya betul-betul suka dengan Kopi Sarim khas Pakpak ini apalagi disajikan di wadah coconut shell (tempurung kelapa) dan cinnamon stick (kulit manis), disuguhkan sangat tradisional dengan air mendidih seratus derajat celcius dengan bubuk kopi robusta yang semuanya tumbuh dan diolah di Dairi dan juga mendengar penjelasan kuliner khas Pakpak lainnya seperti pelleng dan ginaru”, ungkapnya dengan Bahasa Indonesia yang fasih didampingi Patrick Lumban Raja dari BP Geopark Kaldera Toba.

Saya berharap kreativitas kue menggunakan kulit manis, merica, lada, andaliman atau rempah lainnya yang semuanya tumbuh dan mudah didapat disini kemudian dikemas dan di publikasikan dengan bagus akan memperkaya kuliner dan nilai jual pariwisata, tambahnya berharap ketika berkunjung dan menikmati suguhan Kopi Sarim dan Tes Gambir di Aloi Cafe & Homestay, Desa Kalang Simbara, Sidikalang, Dairi, Sumut (22/02/19).

Dr. Pauline Van K.M. Roosmalen dengan Kabid Pariwisata Marulak Situmorang
Dr. Pauline Van K.M. Roosmalen dengan Kabid Pariwisata Marulak Situmorang

Saya sedikit kewalahan memperoleh informasi dan menggali lebih dalam tentang Kebudayaan Pakpak karena masih minim referensi namun kami akan berusaha untuk mengunjungi langsung beberapa lokasi situs dan objek wisata di Dairi, Taman Wisata Iman, Silahisabungan dan Pakpak Bharat, dan tentu akan mengunjungi seluruh Kawasan Danau Toba (KDT) lainnya, tutupnya.

Kunjungan tersebut dimaksud untuk mendapat informasi sebanyak-banyaknya untuk dituangkan kedalam penyusunan ITMP KSPN sebagai acuan pengembangan dan pembangunan kepariwisataan Kawasan Danau Toba khususnya dibidang kebudayaan dan warisan budaya yang didanai dari bantuan Bank Dunia (World Bank) diharapkan bermuara pada peningkatan perekonomian masyarakat lokal nantinya.

Agustinus Manik mantan Ketua DPRD Pakpak Bharat bersama istrinya Ripmo br. Padang Bth selaku pemilik Aloi Cafe & Homestay mengaku bangga dan senang bisa menjamu sekaligus menjelaskan dan menunjukkan langsung kepada tamu mancanegara tersebut sebagian kuliner khas Pakpak yang menyehatkan seperti Kopi Sarim membuat badan hangat karena sensasi rasa kulit manis, Tes Gambir yang mengandung antioksidan berkhasiat untuk obat pinggang dan mencret yang dulu dikonsumsi oleh nenek moyang di Dairi dan oles Pakpak dan berharap untuk diangkat dan diperkenalkan ke mancanegara.

Sementara itu ditempat yang sama, Marulak Situmorang selaku Kabid Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Dairi mengatakan pada prinsipnya menyambut baik dengan senang hati siap mendampingi demi memperoleh informasi tentang kebudayaan dan warisan budaya Dairi untuk kemajuan Pariwisata Dairi sebagai bagian dari Kawasan Danau Toba. (Mosanda Tampubolon)