Forum Perangkat Daerah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Dairi 2018 Berlangsung Sukses dan Aspiratif

0
367
Rapat Forum Perangkat Daerah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Dairi
Rapat Forum Perangkat Daerah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Dairi

DISPARBUDDAIRI.com – Drs. Leonardus Sihotang selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Dairi didampingi Rotua Panjaitan, SKM., M.Kes selaku Sekdis mengatakan bahwa Forum Perangkat Daerah (FPD) dilaksanakan mengacu kepada Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Acara Evaluasi Ranperda RPJPD dan RPJMD, serta Tata Cara Perubahan RPJPD, RPJMD dan RKPD dimana pada pasal 7 disebutkan perencanaan pembangunan daerah yang berorientasi pada proses, menggunakan pendekatan atas-bawah (top down) dan bawah-atas (bottom up) yang keduanya dipertemukan di FPD ini, ungkapnya pada pelaksanaan FPD Disparbud Dairi yang dihadiri staf dan pejabat Disparbud Dairi, OPD, Camat, Tokoh Masyarakat Pakpak, Pelaku Usaha Pariwisata, PERPPI, Tokoh Seni Budaya Pakpak, pimpinan Sanggar Tari dan seluruh staf dan pejabat di lingkungan Disparbud Dairi di Gedung Nasional Djauli Manik Sidikalang (27/02/18).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Drs. Leonardus Sihotang saat Memimpin Forum Perangkat Daerah
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Drs. Leonardus Sihotang saat Memimpin Forum Perangkat Daerah

“FPD ini juga merupakan wahana dalam menggali, mendengar dan menerima segala masukan, saran dan pendapat dari para pemangku kepentingan (stake holder) seperti pemerintah, DPRD, OPD, BAPPEDA, BKAD, Camat, Tokoh Masyarakat, Komunitas/Pelaku Usaha Pariwisata, Komunitas/Pelaku Seni Budaya untuk dibahas dan didiskusikan bersama selanjutnya akan menjadi program yang akan diusulkan pada penyusunan RKA Disparbud Dairi Tahun 2019 nantinya. Tentunya dalam memperjuangkan aspirasi ini yang paling utama seharusnya dihadiri DPRD dimana sistem penganggaran sekarang berbasis e-planning akan memudahkan pembahasan anggaran di dewan dengan mungkin sedikit perbaikan berupa tambahan dan pengurangan dari hasil masukan dan kritikan”, jelasnya.

Lanjutnya, Disparbud Dairi telah mendorong untuk Menjadikan Budaya Pakpak menjadi jati diri Kabupaten Dairi. “Saya paham menjadikan jati diri tidak gampang, dibutuhkan waktu, komitmen, keinginan dan kerja keras yang tinggi dari semua pihak. Kita telah berusaha secara nyata melalui peningkatan kualitas dan kuantitas penampilan seni budaya pakpak dapat kita lihat dan rasakan beberapa tahun terakhir ini pada kegiatan Pesta Budaya Njuah-Njuah dan Malam Pagelaran Seni dan Budaya Pakpak Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU). Dan kita sekarang terus berupaya membutuhkan kreasi dan inovasi yang berkembang dari waktu ke waktu agar penampilannya tidak membosankan sehingga masyarakat tertarik dan memahami namun tetap mempertahakan nilai-nilai eksistensi budaya pakpak itu sendiri”.
Taman Wisata Iman dilokasi muslim direncanakan pengadaan bedug raksasa dan kaligrafi. Secara umum amenitas atau sarana sudah cukup hanya fokus penekanan pada peningkatan pemeliharaan kebersihan dan Sumber Daya Manusianya serta pelayanan. Sementara untuk kawasan Silahisabungan masih membutuhkan energi yang besar karena lokasi yang luas dan melibatkan para stake holder termasuk haras didukung oleh karakter masyarakat tempatan. Namun kita telah merencanakan pembangunan lanjutan jalan setapak mengitari air terjun dan lokasi perbawangan serta menuju bukit perkemahan di Paropo serta pembangunan lampu jalan di sepanjang Tao Silalahi, ungkapnya.
Bangun selaku Kabid di BAPPEDA mengungkapkan bahwa program pembangunan ada dua yaitu money follow program dan money follow function dimana kita menerapkan dan memprioritaskan money follow program, kemudian M.Pardosi Kabid BKAD mengatakan pembangunan harus memperhatikan kemampuan dana dan anggaran pemerintah yang tersedia Pemkab Dairi memiliki total pendapatan daerah sebesar 1,1 triliun dimana 70 persen tersedot ke biaya tidak langsung dan tinggal sekitar 30 persen lagi yang mampu disalurkan ke biaya langsung atau sekitar 448 milyar.
“Pemeliharaan jalan dan tebing sepanjang jalan Silahisabungan, penambahan rambu-rambu lalulintas kaca cembung, pengadaan lampu jalan sepanjang pantai, izin usaha pariwisata,hibah alat musik tradisional, bantuan fasilitas pelaksanaan pesta tahunan Tugu Raja Silahisabungan ,penanganan pengelolaan sampah”, ungkap Esra Anakampun selaku Camat Silahisabungan mengusulkan.
Sementara Tumpu Capah selaku Tokoh masyarakat mengusulkan perlunya aktivitas sanggar-sanggar yang ada sebagai tempat salurannya yang ditampilkan terjadwal di panggung terbuka (open stage) dengan sokongan materi berupa insentif dari Disparbud, Perda Grand Design atau RIPPARDA (Rencana Induk Pengembangan Pariwisaata Daerah) Kabupaten Dairi, Seminar tentang seni dan budaya Pakpak, Reklamasi Pantai Tao Silalahi, Desa Wisata Rumah Adat . Kemudian H. Raja Ardin Ujung yang juga tokoh masyarakat pakpak menambahkan aktivitas pengkajian sejarah berupa seminar seperti Gednas, tugu perjuangan, ornamen gedung pemerintah, penamaan desa, jalan, sungai,, bangunan dan lai-lain dengan tujuan pelestarin budaya pakpak tentu koordinasi dengan tokoh masyarakat pakpak, tandasnya.
“Mempromosikan budaya pakpak untuk tampil di luar Kabupaten Dairi dengan mengundang tokoh seni budaya luar Dairi dan terdokumentasi selain PRSU dan FDT, peningkatan penataan bunga-bungaan di lokasi Taman Wisata Iman Sitinjo, peningkatan pembangunan gerbang dan jalan masuk TWI Sitinjo seta gerbang masuk Lae Pondom” ungkap Ahmad Padang slaku tokoh seni budaya pakpak mengusulkan. Kemudian Manaek Pinayungan elaku pelaku usaha pariwisata di TWI Sitinjo mengusulkan kios-kios cendramata di TWI Sitinjo di design dengan arsitektur dan ornamen pakpak.
FPD Disparbud Dairi tersebut berlangsung sukses dan aspiratif ditutup dengan penandatangan berita acara kesepakaatan FPD, dengan segala usulan dan masukan menjadi salah satu indikator akan ditampung untuk dijadikan usulan program kerja pada Disparbud Dairi pada tahun 2019 yang akan datang tentu dengan mempertimbangkan prioritas pembangunan serta kondisi kemampuan keuangan Pemkab Dairi. (Mosanda Tampubolon, SS)