Ilustrasi Pembangunan Taman Firdaus di Taman Wisata Iman Dairi

0
1081
Ilustrasi Pembangunan Taman Firdaus
Ilustrasi Pembangunan Taman Firdaus (Source :Google Eartth)

Lokasi  : Taman Wisata Iman Sitinjo, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara
Luas    : ±18.000m2
Kondisi : Rencana lokasi Taman Firdaus berada disebelah barat sekaligus menjadi bagian dari Taman Wisata Iman. Topografi lahan yang berbukit-bukit, terdapat cekukan di bagian tengah areal lokasi dipenuhi tanaman pinus.

Referensi : Ilustasi Taman Firdaus diambil dari Alkitab (Kitab Kejadian, bab 2:8-25 dan bab 3:1-14)

Manusia dan taman Eden (Kejadian 2:8-25)

8Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.

9Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.

10Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang.

11Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada.

12Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu krisopras.

13Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush.

14Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat.

15TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.

16Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,

17tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.

25Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.

Manusia jatuh ke dalam dosa (Kejadian 3:1-14)

1Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”

2Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,

3tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.”

4Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati,

5tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.”

6Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.

7Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

13Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.”

14Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.

Ilustrasi :

Sebuah taman yang disebut Taman Firdaus, surga yang indah, dipenuhi berbagai jenis tanaman dan hewan-hewan. Jenis hewan liar dibuat dalam bentuk patung-patung sedangkan hewan yang jinak (ex: rusa, kelinci) dilepas di dalam taman.
Sebuah sungai yang terhimpun dalam sebuah danau dan terbagi menjadi 4 (empat) sungai.
Tiga peran utama : Adam, Hawa dan Ular (iblis) yang saling berkomunikasi.
Iblis yang berkuasa digambarkan dalam bentuk ular yang sangat besar dan berkaki (sebelum dikutuk berjalan dengan perut)
Taman Firdaus merupakan daerah tujuan wisata, sebagai satu kesatuan dengan konsep Taman Wisata Iman yang sudah ada. Taman Firdaus akan menjadi taman wisata yang juga menjadi tempat adanya pagelaran/pertunjukan seni budaya. Untuk konsep Taman Firdaus dikembangkan sebagai prasarana penyelenggaraan pertunjukan/pagelaran. Terdapat sebuah pentas yang berada di dalam (menjadi bagian) dari perut ular. Pentas dimaksud bisa dibuka tutup. Ketika digunakan untuk pertunjukan, perut ular dapat dibuka dan berfungsi sebagai pentas berukuran 5×8 meter dan dapat ditutup jika tidak digunakan. Di depan pentas terdapat pelataran tambahan dengan ukuran yang sesuai.
Badan ular sampai ke ekor melingkari areal taman dan dapat dimanfaatkan bahagian dalamnya sebahagian sebagai ruangan-ruangan untuk café ataupun ruang pameran dan bahagian luarnya sebagai tempat duduk saat pengunjung menyaksikan pagelaran. Tidak ada tempat duduk khusus/balkon/tribun bagi penonton, namun terdapat beberapa gazebo (saung) terpisah-pisah yang didesain alami dan menyatu dengan konsep taman.
Areal Taman Firdaus akan ditanamani berbagai jenis tumbuhan (pohon, tanaman buah, dan tanaman hias) yang masing-masing diberi label nama jenis tumbuhan. Demikian juga dengan berbagai jenis hewan yang dilepas di dalam areal taman. Untuk jenis hewan liar tertentu akan dibuat dalam bentuk patung hewan. Dengan demikian Taman Firdaus juga akan menjadi laboratorium biologi bagi masyarakat untuk mengenal berbagai jenis tumbuhan dan hewan.