Mengangkat ‘Mutiara Toba Harta Karun’ yang Terpendam Melalui Geopark Kaldera Toba Menjadi UNESCO Global Geopark

0
244
Para Peserta Workshop Program Kerja Personil BP GKT
Para Peserta Workshop Program Kerja Personil BP GKT

DISPARBUDDAIRI.com – Masyarakat Sumatera Utara khususnya di Kawasan Danau Toba sangat mendambakan capaian geliat dan era emas kejayaan Danau Toba beberapa tahun yang lalu kembali bersinar dan muncul dengan kehadiran banyaknya kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.

Peta Geopark Kaldera Toba
Peta Geopark Kaldera Toba

Seiring hal tersebut patut diapresiasi langkah keseriusan political will Pemerintahan Jokowi-JK telah berkomitmen dalam menggali dan mengangkat potensi ‘mutiara alam toba-harta karun’ yang terpendam dengan membangun sektor pariwisata unggulan nasional terbukti dengan ditetapkannya Kawasan Danau Toba menjadi Kawasan Strategis Pembangunan Pariwisata Nasional sejak tahun 2016.

Diyakini kebijakan tersebut merupakan langkah yang sangat positif dan visioner untuk menjaga, melestarikan dan mengembangkan eksistensi fenomena alam pemberian dan anugerah terindah Tuhan Yang Maha Kuasa sebagai warisan bumi hasil letusan maha dahsyat (super volcano) Gunung Toba 74.000 tahun yang lalu dengan mengupayakan kerja Keras dan sinergitas oleh semua pihak termasuk pemerintah, para stake holder, kelompok masyarakat dan seluruh komponen masyarakat dalam mewujudkan Geopark Kaldera Toba masuk dan terdaftar di UNESCO Global Geopark.

Mengusung dan menerapkan konsep pengembangan dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) dengan memadukan konsep keragaman geologi (geo diversity), keragaman hayati (bio diversity) dan keragaman budaya (culture diversity).

Juga pengembangan pembangunannya dengan konsep konservasi, edukasi dan pemberdayaan masyarakat (community development) dan penumbuhan nilai ekonomi lokal melalui geowisata untuk kesejahteraan masyarakat. Sehingga mempunyai motto: “memuliakan bumi dengan mensejahterakan raktyat” atau “semakin dilestarikan semakin mensejahterakan”.

“Secara geologis pesona GKT dunia telah mengakuinya namun peran manager dari 16 geosite sekawasan GKT sangat strategis sebagai ujung tombak
terwujudnya UNESCO Global Geopark dengan menyikapi dan menindaklanjuti tugas masing-masing yang telah ditentukan, ungkap Dr. Ir. Hj. Hidayati, M. Si selaku GM BP GKT pada acara Workshop Program Kerja Personil BP GKT” di Hotel Karabia Medan (01 sd 02 2018).

“Dibutuhkan membangun kemitraan (partnership) bagi pelaku wisata dan seluruh pemangku kepentingan dengan mengedepankan kearifan lokal, ujar Dr. Maurits Pasaribu selaku Wakil GM I BP GKT yang juga dipertegas Ir. Gagarin Sembiring selaku Wakil GM II BP GKT.

Sementara Prof. Irmawaty selaku psykolog dan Mangaliat Simarmata SH menegaskan: dibutuhkan penyamaan persepsi, kemampuan manajemen konflik serta membangun kerjasama dengan pemberdayaan masyarakat melalui pengaktifan pokdarwis dengan aktivitas nyata dalam peningkatan ekonomi masyarakat harus kelihatan di seluruh geosite yang ada.

“Jangan lupa perencanaan, diklat, strategi, manajemen SWOT harus benar-bebar dirumuskan dan diterapkan dengan sungguh-sungguh”, papar Prof. D. Sinulingga.

Muara dari masukan dan komentar para ahli tersebut betul-betul diaplikasikan oleh semua pihak dan dengan satu impian masuknya GKT ke jejaring badan dunia UNESCO yang menawarkan keunggulan objek wisatanya serta penataannya yang berkualitas kearifan lokal secara otomatis akan memancing peluang para investor untuk berkontribusi membangun dan mempromosikan potensi kekayaan alam, hayati dan budaya mendunia sehingga mengundang wisatawan domestik maupun mancanegara untuk datang berkunjung nantinya.

Mosanda Tampubolon KASI Pemasaran Pariwisata
Mosanda Tampubolon KASI Pemasaran Pariwisata

Dipastikan dampak positif dari peningkatan arus pengunjung diharapkan perekonomian dan pendapatan masyarakat serta PAD pemerintah akan bertambah. (Mosanda Tampubolon).