Pagelaran Seni dan Budaya Pemkab Dairi Tampilkan Drama Musikal ‘Pertaki’ di PRSU

0
447
Penampilan Drama Musikal Pertaki di PRSU Medan
Penampilan Drama Musikal Pertaki di PRSU Medan

disparbuddairi.com – Pemerintah Kabupaten Dairi, Sabtu (2/4) mengadakan pagelaran seni budaya Pakpak di arena pekan raya sumatera utara (PRSU) ke 45 tahun 2016. Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi membuka acara pagelaran kesenian tradisonal tersebut.

Pada acara itu hadir Ketua Tim PKK Dairi Ny KRA Johnny Sitohang Dumasi boru Sianturi, para pimpinan SKPD, Ketua DPRD Sabam Sibarani, Ketua PN Sidikalang Jon Sarman Saragih serta Wakil Ketua DPRD Benpa Hisar Nabanan.

Kegiatan juga diikuti kontingen dan jajaran PNS setingkat eselon II dan III. Ratusan warga merupakan warga Kabupaten Dairi berdomisili di Kota Medan hadir menyaksikan acara pagelaran kesenian yang dipusatkan di open stage arena PRSU.

Foto Bersama Tim Kesenian dan DIsbudparpora Dairi
Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi membacakan pidato tertulis Bupati Dairi KRA Johnny Sitohang Adinegoro yang berhalangan hadir karena menerima penghargaan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Yudhi Krisnandi atas keberhasilan pengelolaan pemerintahan di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Irwansyah mengatakan, pagelaran kesenian Pakpak di arena PRSU diharapkan dapat menjadi salah satu ajang menunjukkan kebudayaan yang dimiliki Dairi untuk bisa dipertontonkan bagi para pengunjung dari berbagai daerah di Sumut.

“Event PRSU berlangsung setiap tahun, untuk itu diharapkan kepada Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Dairi, perlu melakukan kreasi supaya pengunjung tidak bosan,” katanya. Disebutkan banyak kebudayaan Pakpak yang harus digali untuk ditampilkan di PRSU.

Pada seremoni pembukaan, Bupati Dairi dalam sambutan dibacakan Wakil Bupati Irwansyah Pasi SH mengajak seluruh elemen masyarakat terutama masyarakat asal Dairi berdomisili di Medan untuk turut berkontribusi dan mendukung pembangunan Dairi.

Masyarakat diharapkan untuk memperkenalkan dan mempromosikan potensi dan kekayaan alam Dairi termasuk situs budaya dan pariwisata. Bupati juga memaparkan kondisi Taman Wisata Iman (TWI)  sebagai ikon pariwisata yang terus berbenah seperti pembangunan Taman Firdaus yang tidak dimiliki daerah lain termasuk keindahan panorama Tao Silalahi.

Sistem kekerabatan yang terbangun dan suasana Kabupaten Dairi aman dan cukup kondusif hendaknya tersosialisasikan, sehingga pelaku wisata akan berduyun-duyun ke Dairi yang akhirnya akan berdampak pada penigkatan kesejahteraan masyarakat.

Pagelaran Kesenian Dairi menampilkan puluhan remaja membawakan seni drama bercerita tentang sebuah gelar (Pertaki) keturunan suku Pakpak Dairi, di bawah pembinaan Disbudparpora Kabupaten Dairi. Malam kesenian yang mementaskan cerita rakyat ini mengisahkan kekejaman penjajah dan perjuangan serta kerja keras masyarakat Pakpak untuk menaklukkan pendudukan tentara penjajah di Bumi Sulang Silima, mendapat perhatian dan aplaus pengunjung yang menyesaki open stage tempat acara digelar.

Pementasan mengisahkan bagaimana ‘Pertaki’ yang dalam struktur budaya memiliki peranan sebagai pemimpin dan pemuka masyarakat tidak bisa menahan diri menyaksikan dan mengetahui penindasan dan perlakuan kasar serdadu penjajah kepada penduduk termasuk kepada anak dan istrinya, kemudian bangkit dan mengorganisir kekuatan untuk memerangi penjajah.

Pertaki yang tidak mau berkompromi dengan penjajah, kemudian menghimpun dan melatih para ksatria. Setelah memohon petunjuk dan penyertaan Yang Kuasa sekaligus meminta restu nenek moyang kemudian tampil menjadi panglima perang dan berhasil mengalahkan penjajah.

Penampilan yang didominasi pakaian berwarna hitam semakin memukau pengunjung , karena alur cerita yang dikolaborasikan dengan sentuhan modern dan tetap mempertahankan unsur-unsur tradisi seperti tarian adat dan ‘Moccak’ sebagai seni beladiri khas Pakpak diperankan dengan cukup baik.

Selain pementasan drama musikal Pertaki, acara juga diisi dengan pagelaran lain seperti Tari Era-era yang ditampilkan diawal acara sebagai sebuah upacara penyambutan tamu kehormatan dalam budaya  Pakpak lalu dibuka dengan tari persembahan ‘Nantampuk mas’, serta lantunan lagu–lagu etnik Pakpak dan kreasi seni lainnya.