Pemkab Dairi Gandeng ITB dalam Penyusunan Dokumen RIPPARKAB Dairi

0
68
Rapat perdana penyusunan dokumen Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten (RIPPARKAB) Dairi

Rapat perdana penyusunan dokumen Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten (RIPPARKAB) Dairi dipimpin oleh Eddy Banurea selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Dairi didampingi Drs. Leonardus Sihotang selaku Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Dairi bersama Marulak Situmorang selaku Kabid Pariwisata dan Ir. Ina Herliana Koswara, M.Sc. selaku ketua tim dari Centre for Tourism Planning and Development Institut Teknologi Bandung (ITB) dihadiri pimpinan para OPD terkait dan Camat se-Kabupaten Dairi di Ruang Rapat Bupati Dairi, Jl. Sisingamangaraja Sidikalang (04/09/19).

Eddy Banurea mengungkapkan terimakasih kepada tim dari ITB yang telah bersedia menjalin kerjasama dalam penyusunan dokumen Ripparkab Dairi yang diharapkan nantinya menjadi dokumen penting sebagai arah, pedoman dan kebijakan pembangunan kepariwisataan Kabupaten Dairi yang disinkronkan dengan Visi Misi,Renstra, RPJMD, RDTR, Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup Kabupaten Dairi. Karena itu, agar hasilnya bagus maka dimohon untuk mengumpulkan data-data yang valid.

Drs. Leonardus Sihotang menjelaskan bahwa Pemkab Dairi melalui Dinas pariwisata dan Kebudayaan sebagai leading sector melaksanakan penyusunan ini sebagai amanat dari UU No.10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, pasal 8 (1): pembangunan kepariwisataan dilakukan berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan, yang mengacu kepada Ripparnas yaitu PP No. 50 tahun 2011 dan Ripparprovsu yaitu Perda Provinsi Sumut No.5 tahun 2018.

“Ripparkab Dairi ini juga merupakan salah satu syarat khusus dalam pengajuan (Dana Alokasi Khusus) DAK ke pusat dan ini untuk mendukung kepentingan pembangunan kepariwisataan Kabupaten Dairi sekaligus mendukung dan menyambut baik program pemerintah yang telah menetapkan Kawasan Danau Toba menjadi super prioritas pengembangan kepariwisataan nasional dimana beberapa kawasan telah ditetapkan oleh Pemkab Dairi menjadi kawasan Desa Wisata”, jelasnya.

Lanjutnya, Fokus pengembangan kepariwisataan nantinya adalah kawasan Taman Wisata Iman Sitinjo, Silahisabungan dan Taman Wisata Alam Sicike cike tentu dengan tidak mengabaikan daerah lain namun dioptimalkan sedaya mungkin dengan berbasis masyarakat.

Setelah rampungnya Ripparkab Dairi nantinya diharapkan arah kebijakan pembangunan kedepan mendorong perekonomian masyarakat sektor perekonomian dan pariwisata yang mendukung pengelolaan potensi alam, perindustrian, perdagangan, koperasi dan UMKM selain urusan wajib kesehatan dan pendidikan, tutupnya.

Sementara Ina Herliana Koswara berharap mendapatkan data – data primer baik melalui pengisian formulir dari OPD terkait dan tentu dari hasil penyebaran quisioner dari masyarakat di objek wisata langsung disamping data sekunder dari internet dan tentu saja akan dilaksanakan visitasi kesemua Sumber Daya Wisata dan Daerah Tujuan Wisata yang tersebar diseluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Dairi sehingga akan lebih memudahkan dan lebih komprehensif pada hasil akhir nantinya.

“Untuk penyempurnaan akan ada beberapa kali pertemuan lagi sehingga akan dihasilkan penyusunan secara sistematis, akademis dalam bentuk dokumen laporan antara, akhir, naskah akademik dan ranperda pada pertengahan bulan Desember 2019 nanti.” ungkapnya. (Mos)