Pesta Budaya Njuah-Njuah Kabupaten Dairi Sebagai Momentum Dalam Menonjolkan, Menggali dan Melestarikan Budaya Pakpak

0
504
Pembukaan Pesta Budaya Njuah-Njuah 2017

Sidikalang, DISPARBUDDAIRI.com – Bupati Dairi KRA Johnny Sitohang Adinegoro, S. Sos membuka secara resmi Pesta Budaya Njuah-Njuah Kabupaten Dairi Tahun 2017 ditandai pemukulan gong sebanyak 5 kali sebagai lambang Pancasila dan juga Sulang Silima Marga Pakpak Kabupaten Dairi dan pelepasan balon oleh Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Dumasi Sianturi disaksikan Forkopimda Dairi, Tokoh masyarakat yang dihadiri ribuan masyarakat dari berbagai unsur sekolah, OKP, LSM, ORMAS, LSM/Pers, komunitas, ragam etnis dan juga pemuka agama diawali dengan Kirab Budaya, era-era (tarian penyambutan), Tarian Kolisal, Fashion Carnival dan Fashion Show di Gedung Nasional Djauli Manik Sidikalang Kabupaten Dairi (25/09/17).

Dalam arahannya KRA Johnny Sitohang Adinegoro mengungkapkan bahwa Pesta Budaya Njuah-Njuah Kabupaten Dairi merupakan momentum dalam menonjolkan, menggali dan melestarikan Budaya Pakpak sebagai jati diri Dairi.

Pembukaan Pesta Budaya Njuah-Njuah 2017 Kabupaten Dairi
Pembukaan Pesta Budaya Njuah-Njuah 2017 Kabupaten Dairi

“Untuk mensukseskan pelestarian budaya dibutuhkan persatuan dan kesatuan seperti budaya gotong royong yang semakin menurun belakangan ini, karena itu semangat gotong royong harus dimulai dari pribadi yang membutuhkan perjuangan dan pengorbanan pikiran, waktu, energi dan perasaan dimana tanpa itu sebuah seni tidak indah”, ungkapnya bersemangat

“Dalam melestarikan budaya tidak boleh hanya mengandalkan pemerintah namun dibutuhkan sinergitas dari semua pemangku kepentingan termasuk tokoh masyarakat, pemuda, LSM/pers dan seluruh masyarakat”, tandasnya.

Wujudnyata Pemkab Dairi dalam melestarikan Budaya Pakpak yaitu dengan memasukkan Budaya Pakpak sebagai muatan lokal di Sekolah Dasar (SD) dan membangun jalan hotmix tahun ini sampai ke pintu masuk Taman Wisata Alam Sicike cike sebagai tempat cagar alam dan budaya yang sangat berharga sehingga diharapkan dapat menjadi sumber PAD dari sektor pariwisata, walau diakui kesulitan membangun di area sicike-cike karena terbentur izin dari kementerian kehutanan, tutupnya.

Kegiatan tersebut akan berlangsung selama lima hari sejak tanggal 25 s/d 30 September 2017 dimana setiap hari akan diisi dengan lomba band pakpak, pertandingan permainan tradisional, dan pagelaran malam dari berbagai sekolah, komunitas dan etnis dengan target pengunjung puluhan ribu orang Dan direncanakan Penutupan oleh Gubernur Sumatera Utara Ir. H. Tengku Erry Nuradi, M. Si pada tanggal 30 September 2017 di Stadion Utama Panji. (Mos)