Sendratari “Legenda Sicike-cike” Sukses Memukau Ribuan Penonton

0
1139
Sendratari Legenda Sicike-cike
Sendratari Legenda Sicike-cike

Sidikalang, DISPARBUDDAIRI.com – Bupati Dairi KRA Johnny Sitohang Adinegoro, S.Sos, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Dairi Depriwanto Sitohang, ST. MM bersama Ny. br.Sianturi dan sekitar tiga ribuan penonton menyaksikan Pagelaran Malam Seni dan Budaya Pakpak “Drama Kolosal Legenda Sicike cike” yang merupakan rangkaian acara Pesta Budaya Njuah-Njuah Kabupaten Dairi 2017 di Gedung Nasional Djauli Manik (25/09/17).

Drama Kolosal Legenda Sicike cike dikemas apik mengisahkan terjadinya Danau Sicike cike yang sekarang terletak di Dusun Pancur Nauli Desa Lae Hole II, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara yang dipercaya menjadi asal muasal perkampungan Raja Naga Jambe dengan permaisurinya berru Padang dan berru Saraan yang lazim disebut Sipitu Marga Pakpak yaitu Angkat, Ujung, Kudadiri, Capah, Bintang, Gajah Manik dan Sinamo tampil sukses dan memukau pengunjung yang memadati dan membanjiri tenda kehormatan, gazebo hingga lapangan Gedung Nasional Djauli Manik.

Diceritakan awalnya Raja Naga Jambe dan permaisuri berru Padang kesehariannya kaya raya dengan hasil ladang dan sawah yang melimpah namun suatu hari sang raja memohon ijin kepada permaisuri untuk menikah kembali dan disetujui untuk meminang berru Saraan.

Sendratari Legenda Sicike-cike

Singkat cerita Baho si pekerja Sang Raja dan Permaisuri disuruh untuk mengantarkan nasi untuk makan siang ke ladang tempat raja dan permaisuri, ditengan jalan Baho kemudian tergiur dan penasaran sehingga menikmati menu raja dan menyisakan nasi putih dan tulang-tulangnya lalu dibungkus kembali dan disajikan kepada Raja.

Sontak saja sang Raja dan Permaisuri yang sangat lapar dan sudah lama menunggu hidangan tersebut terkejut, sedih dan merasa dilecehkan sehingga murka dan kutukanpun tak terbendung hingga terjadi angin kencang hujan lebat diwarnai gemuruh yang sangat dahsyat sehingga tempat menjadi tenggelam dan terjadilah danau dinamakan Danau Si cike cike.

Capah meloloskan raja dari banjir kemudian Raja dan Permaisuri dan ketujuh anaknya berembuk dan memutuskan pindah tempat karena tempat sudah menjadi Danau, yaitu Angkat ke Sidiangkat, Ujung ke kota Sidikalang, Kudadiri ke Sitinjo, Capah ke Parbuluan dan Bintang ke Bintang, Gajah Manik, Sinamo ke arah Pakpak Bharat yang kemudian menyebar hingga sekarang.

Sendratari Legenda Sicike-cike

Animo masyarakat sangat terasa terbukti selama drama berlangsung applaus dan sorakan dari penonton riuh terdengar yang sanggub berdiri dan duduk dilantai lapangan Gedung Nasional Djauli Manik hingga berakhirnya acara penonton tampak terhipnotis dan tak satupun bergerak dan meninggalkan lokasi namun tetap bertahan seakan tak ingin drama selesai.

Drama Kolosal Si cike cike dikemas apik dengan suguhan tarian dan musik pakpak, kombinasi musik modern koreograpi dan permainan lampu maupun cahaya serta fogging yang menarik merupakan binaan Dinas Kebudayaan Pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Dairi dengan Drs.Leonardus Sihotang selaku penangggung jawab, Agung Prabowo selaku Sutradara dengan merekrut puluhan personil dari berbagai sekolah dari Sidikalang didukung Gema Sicike cike dilatih dengan waktu yang sangat terbatas namun mampu tampil sukses memukau dan menghipnotis para pengunjung. (Mos)

NB : Dengan hormat dan memohon maaf bila tulisan di atas ada yang keberatan penulis siap mengakomodir dan mendiskusikannya serta memohon petunjuk dari tokoh masyarakat pakpak. Lias ate..