Taman Wisata Alam (TWA) Sicike-cike

1
2900
Gerbang TWA Sicike-cike
Gerbang TWA Sicike-cike

DisparbudDairi.com – TWA Sicike-cike adalah salah satu destinasi wisata di Kabupaten Dairi yang menonjolkan keindahan dan keasrian alam yang berpadu dengan konsep pelastarian alam. Taman Wisata Alam (TWA) Sicike-cike merupakan salah satu hutan suaka alam, hutan pelestarian alam yang berada di bawah pengelolaan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatera Utara yang ada di Kecamatan Parbuluan dan Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi, serta Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat. TWA Sicike-cike merupakan salah satu dari 124 TWA yang ada di Indonesia atau salah satu dari 6 TWA yang ada di Provinsi Sumatera Utara.

Tempat perisitirahatan di tepi danau sicike-cike
Tempat perisitirahatan di tepi danau sicike-cike
Jembatan menuju Areal Hutan TWA Sicike-cike
Jembatan menuju Areal Hutan TWA Sicike-cike

TWA Sicike-cike ini terletak bersebelahan dengan Kawasan Hutan Produksi (HPT) Adian Tinjoan. Penetapan TWA Sicike-cike berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 78/Kpts/II/1989 pada tanggal 7 Februari 1989 dengan luas ± 575 hektar.

TWA Sicike-Cike pernah menjadi lokasi peneliti dari luar negeri, objek penelitiannya mengukuhkan taman ini sebagai surga kantong semar terkaya di dunia. Fakta tersebut tidak berlebihan, dengan mudah anda dapat menemukan tumbuhan bernama latin Nephentes ini. Tak hanya itu saja, bagi anda pecinta bunga angrek, anda dapat mengexplore kekayaan TWA Sicike-Cikeh. Tumbuhan lain yang tak boleh anda lewatkan begitu saja adalah keberadaan Bunga Raflesia Arnoldi, Tumbuhan langka di kawasan Pulau Andalas (Sumatera).

Satwa Fauna TWA Sicike-cike
Satwa Fauna TWA Sicike-cike

kantong semar sicike-cike

Bunga Raflesia Arnoldi (Bunga Bangkai) Bunga Anggrek Sicike-cike

Terdapat tiga danau disekitar lokasi, ketiga danau ini letaknya terpisah namun saling berdekatan. Mitos yang berkembang menyatakan bahwa bagi para pengunjung yang beruntung akan melihat rumah didasar danau. Berdasarkan legenda masyarakat, Danau Sicike-Cike dulunya adalah perkampungan sipitu marga, yakni Ujung, Angkat, Bintang, Kudadiri, Capah, Gajah Manik dan Sinamo. Akibat ketidakpatuhan seorang anak kepada orangtuanya, terjadilah Danau Sicike Cike yang menjadi pelengkap 7 danau di Sumatera Utara. Legenda tersebut masih dipercaya oleh penduduk setempat, mereka menyatakan bahwa Desa Sicike-Cike adalah asal muasal sipitu marga yang kini tersebar.

Danau ini merupakan hulu 3 buah sungai yaitu Lae Pandaroh, Lae Simblin, dan Lae Mbilulu.  TWA Sicike-cike ini tidak jauh dari Taman Wisata Iman yang berada sekitar 7 km dari kota Sidikalang. Bahkan Lae Pandaro yang berhulu  di Danau Sicike-cike mengalir melintasi Taman Wisata Iman.

Keadaan vegetasi di TWA Sicike-cike merupakan hutan hujan tropis pegunungan dengan jenis-jenis tumbuhan antara lain : Samponus bunga (Dacrydium junghuhnii), Kemenyan (Styrax benzoin), Kecing (Quercus sp) dan Haundolok (Eugenia sp). Di samping itu terdapat juga beberapa tanaman hias seperti anggrek hutan dan kantong semar (Nephentes spp.). Gagatan harimau, rotan dan beberapa jenis pakis, paku-pakuan serta liana juga masih ditemukan tumbuh dengan baik di dalam kawasan ini. Oleh karena banyaknya anggrek tumbuh di daerah sekitar danau ini yang diperkirakan sekitar 112 jenis anggrek, maka ada yang menyebutnya sebagai surga anggrek.

Beberapa jenis satwa yang dapat dijumpai di sana antara lain beruang madu, kambing hutan, harimau, babi hutan, itik liar, siamang, burung enggang, musang dan rusa. Satwa-satwa yang mudah dijumpai adalah jenis burung dan serangga, terutama kupu-kupu. Sementara di dalam danau Sicike-cike, satu-satunya ikan yang dapat ditemukan ialah ikan gobi. Ikan gobi ini berwarna kemerahan dan konon dapat dijadikan obat.

Hutan wisata Sicike-cike, dengan potensi flora dan fauna, dapat dijadikan sebagai laboratorium penelitian hutan, karena kawasan ini menyimpan dan menjadi habitat puluhan bahkan mungkin ratusan koleksi keanekaragaman hayati (khususnya tumbuhan) yang merupakan khas daerah tersebut (endemik). TWA Sicike-cike inipun bukan tidak mungkin juga menyimpan beragam tanaman obat-obatan yang bisa dijadikan sebagai alternatif pengobatan secara tradisonil.  Untuk itu masih perlu dilakukan penelitian secara khusus (berbagai sumber).