The post Disparbud Dairi Sambut Rombongan Mahasiswa Asal Republik Ceko pada Acara Tao Silalahi Art Festifal (TSAF) 2018 appeared first on Disparbud Dairi.
]]>Dalam sambutannya dihadapan mahasiswa tersebut Drs. Leonardus Sihotang mengungkapkan sangat mengapreasi menyambut baik kunjungan wisatawan mancanegara pada acara TSAF dimana momen strategis ini merupakan sarana promosi pariwisata untuk memperkenalkan, mengangkat dan memasarkan potensi pariwisata Kabupaten Dairi khususnya Silahisabungan ke dunia Internasional.
“Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan kawasan Danau Toba temasuk Silahisabungan tempat berada sekarang ini menjadi salah satu prioritas Kawasan Strategis Pengembangan Pariwisata Nasional dengan membentuk BPODT dibawah Kemenpar RI dan BPGKT oleh Pemprovsu.”, jelasnya.
“Karena itu kami mohon bantuan rekan mahasiswa untuk mempromosikan potensi pesona alam, budaya, biologi tempat ini dengan mengupload di media sosial yang ada miliki sekarang hingga sesampainya di negeri anda serta mengajak teman, keluarga maupun siapa saja yang anda kenal untuk datang berkunjung nantinya”, pintanya.
Selamat datang di Tao Silalahi Arts Festival 2018 dan selamat menikmati pesona alam dan budaya semoga anda semua merasa nyaman, tutupnya.
Setelah acara sambutan dilanjutkan acara ramah tamah dan jamuan makan siang kemudian makan malam bersama dengan sajian khas Dairi pelleng, pinadar serta malam keakraban diiringi musik dan nyanyian batak dan sebelum mereka menginap satu malam (camping) di bibir pantai Tao Silalahi.
Ditempat terpisah Michael salah seorang mahasiswa Jurusan Tekhnik mengaku sangat menikmati, anda baik ramah, pemandangannya indah, makanan dan minuman enak khususnya tuak juga yang tak terlupakan musik dan nyanyian bataknya, walau dengan cuaca angin kencang, “I really enjoy here you’re very kind person, fantastic view, nice food nice tuak and unforgetable thing is your music and the batak song, i like it so much, eventhough the weather is very strong win but it’s ok, we really enjoy that”, ungkapnya senang.
TSAF yang dimotori oleh Komunitas Rumah Karya Indonesia merupakan kalender tahunan sejak 2016 dulu disebut Silahisabungan Arts Festival namun pada Tahun ini menjadi TSAF bertujuan mengangkat dan mempromosikan potensi alam, budaya, adat secara nasional maupun internasional berlangsung pada 20-22 Juli 2018 di Silahisabungan dengan berbagai acara, seperti 1000 tenda, 4000 cup kopi gratis, penanaman pohon berbuah, festival budaya, kunjungan situs, onan camp dan lain-lain. (Mosanda Tampubolon)
The post Disparbud Dairi Sambut Rombongan Mahasiswa Asal Republik Ceko pada Acara Tao Silalahi Art Festifal (TSAF) 2018 appeared first on Disparbud Dairi.
]]>The post Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara Laksanakan Sosialisasi GEOPARK KALDERA TOBA di Taman Wisata Iman appeared first on Disparbud Dairi.
]]>Dalam pemaparannya Gagarin Sembiring selaku Wakil General Manager Geopark Kaldera Toba menjelaskan dari sisi geologis bahwa Danau Toba terbentuk akibat tiga kali letusan Gunung Toba, dimana ledakan terakhir yang maha dahsyat (supervolcano) dibumi ini terjadi sekitar 74. 000 tahun yang lalu hingga membentuk kawah gunung api raksasa yang lazim disebut kaldera.
Kaldera merupakan warisan bumi yang terbentuk adalah anugerah Tuhan sangat indah kemudian diisi oleh air sehingga menjadi Danau Toba dengan pesona alamnya yang luar biasa saat ini.
Untuk menjaga, melestarikan, mengelola, mengembangkan serta memasarkan dan mempromosikan ke dunia Internasional untuk meningkatkan pendapatan masyarakat pemerintah Provinsi Sumatera Utara membentuk Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba.
Geopark Kaldera Toba memenuhi keragaman geologi (geo diversity) memperkaya khasanah situs dianggab sakral seperti bebatuan jutaan tahun usianya terdapat di Paropo, Sumber Air Mineral seperti Sipaulak Hosa, Batu andesit Pagar Parorot dan Batu Jongjong dan Sigadap, keragaman hayati (bio diversity) seperti Mangga dan Bawang Silalahi serta keragaman budaya (culture diversity) seperti budaya, bahasa, adat istiadat, pakaian (ulos) dan lainnya.
“Beberapa penelitian membuktikan bahwa dampak letusan tersebut berupa abu vulkanik ditemukan di kutub utara kemudian Samudra Indonesia dan juga di Benua Asia Afrika yang sama persis di Kawasan Danau Toba”, ungkap geologist tersebut.
Sementara Deby Panjaitan Kasi pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provsu memaparkan Menjadikan Destinasi Pariwisata Berbasis Geopark merupakan langkah jitu dan mumpuni dalam mewujudkan kebijakan Pemerintahan Jokowi-JK yang telah menetapkan Kawasan Danau Toba menjadi salahsatu prioritas Kawasan Strategis Pembangunan Pariwisata Nasional.
“Satusatunya strategi dalam mewujudkan target 11 juta wisman ke Indonesia termasuk target 1 juta wisman ke Sumatera Utara (sekarang 260.00-an wisman) adalah menjadikan Geopark Kaldera Toba (GKT) terdaftar di UNESCO Global Geoparks (UGG) dimana pada 01 Agustus 2018 tim asesor dari UNESCO akan melaksanakan visitasi dan kunjungan lapangan ke Kawasan GKT dan berharap kita akan diterima mengikuti Batur, Sewu, Ciletuk, dan Rinjani”, jelasnya.
Geopark dikelola dengan konsep edukasi, konservasi dan pemberdayaan masyarakat dengan menawarkan tagline Geopark Kaldera Toba Memuliakan bumi, Mensyukuri Warisan Bumi dan Mensejahterakan Masyarakat.
Dengan konsep tersebut diharapkan mampu meningkatkan peningkatan kunjungan ke Kawasan Danau Toba sekaligus meningkatan pendapatan masyarakat nantinya.
Drs. Leonardus Sihotang selaku Kadis Pariwisata yang membuka, moderator sekaligus menutup sosialisi mengharapkan bahwa disamping cerita geologis cerita legenda maupun mitos perlu dikemas apik terbentuk Danau Toba untuk disuguhkan sebagai daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Dan juga memaksimalkan penguatan sinergitas fungsi dan peran dari seluruh stake holder yang berkepentingan seperti BPODT, BPGKT serta seluruh masyarakat dilibatkan demi mewujudkan GKT menjadi momentum kontribusi strategis dalam meningkatkan jumlah kunjungan dan pendapatan masyarakat khususnya di sekitar kawasan Danau Toba, harapnya. (Mosanda Tampubolon)
The post Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara Laksanakan Sosialisasi GEOPARK KALDERA TOBA di Taman Wisata Iman appeared first on Disparbud Dairi.
]]>The post Semarak Pesta Budaya Njuah Njuah 2018 Kabupaten Dairi appeared first on Disparbud Dairi.
]]>Untuk memeriahkan Pesta Budaya Njuah-njuah 2018 Pemerintah Kabupaten Dairi akan menyelenggarakan berbagai event perlombaan dan festival dengan hadiah yang menarik untuk dapat diikuti masyarakat Dairi dan juga terbuka untuk Kabupaten lainnya.
Informasi mengenai pendaftaran untuk mengikuti event ini bisa mengunjungi Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Dairi, Jl. Ahmad Yani No. 115 Batang Beruh, atau menghubungi Contact Person Panitia kegiatan :
Juwita Sinulingga (082273230511)
Siswati Solin (081264703496).
Pendaftaran dibuka sampai 19 September 2018 dan Technical Meeting 20 September 2018 di Gedung Nasional Djauli Manik, Sidikalang.
The post Semarak Pesta Budaya Njuah Njuah 2018 Kabupaten Dairi appeared first on Disparbud Dairi.
]]>The post Ayo ke Tao Silalahi! Ada Banyak Event Seru dan Menarik di Acara Tao Silalahi Arts Festival (TSAF) 2018 appeared first on Disparbud Dairi.
]]>Ojax Manalu selaku Direktur RKI menjelaskan, ekspos Tao Silalahi kepada publik menjadi bagian penting agar keindahannya diketahui oleh masyarakat hingga ke manca negara. Apalagi disebutkan, Tao Silalahi juga merupakan palung terdalam dari Kaldera Toba yang diperkirakan mencapai 905 meter.
“Tak hanya itu, Tao Silalahi juga merupakan bagian dari Danau Toba yang paling luas. Bukan hanya pantai, penduduk di Kecamatan Silahisabungan ini juga masih sangat menjunjung tinggi adat budaya,” ujarnya.
Kegiatan ini akan diisi oleh Festival Seni yang didalamnya ada beberapa bentuk kegiatan seperti Seniman berbagi bunyi, Seniman berkolaborasi dengan Masyarakat dan musik bertajuk cross culture music. Festival Ekologi dengan penanaman 3 ribu pohon buah-buahan dan bersih-bersih tao (danau). Festival Kopi dengan talkshow kopi, arts coffee,stand coffee, dan 4000 ngopi pagi kopi Sidikalang. Dan bakalan ada yang seru dari kegiatan 1000 Tenda tahun ini karena ada Onan Camp, Kayaking, dan Jelajah Silahisabungan.
Pada Kegiatan Tao Silalahi Arts Festival ini juga kita bersama komunitas seni, komunitas lingkungan, komunitas pemuda dan masyarakat di Kecamatan Silahisabungan akan melakukan acara Doa Bersama atas peristiwa-peristiwa yang terjadi di Danau Toba.
Pemerintah Kabupaten Dairi melalui Drs. Leonardus Sihotang selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Mendukung dan Mengundang Seluruh Masyarakat untuk Berpatisipasi pada TAO SILALAHI ARTS FESTIVAL 20 – 22 JULI 2018
Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi salah satu event untuk mendukung konsep Geopark Kaldera Toba dan membangkitkan kembali masa jaya emas parawisata Danau Toba.
Video teaser Tao Silalahi Arts Festival 2018 :
The post Ayo ke Tao Silalahi! Ada Banyak Event Seru dan Menarik di Acara Tao Silalahi Arts Festival (TSAF) 2018 appeared first on Disparbud Dairi.
]]>The post Ayo Hadiri dan Ikuti Event Pariwisata “Pesona Humbahas 2018” appeared first on Disparbud Dairi.
]]>Event ini akan berlangsung pada 9 sampai dengan 10 Juli 2018 di Dolok Sanggul.
Bagi kamu yang memiliki hobi menciptakan lagu, keren nih kalau mengikuti event pada 11 Juli 2018 ini.
Lembah Bakara memang sangat mengagumkan, pemandangan di sekitar lokasi tak perlu diragukan. Event ini akan berlangsung pada 12 Juli 2018.
Perlombaan dayung tradisional ini akan diadakan selama 3 hari berturut-turut mulai dari tanggal 12 hingga 14 Juli 2018.
Bagi yang punya hobi mengabadikan objek dengan cahaya, kamu bisa mengikuti event yang akan berlangsung pada 12 sampai dengan 13 Oktober 2018.
Untuk informasi lebih lengkap, silahkan hubungi kontak person Dinas Pariwisata Humbang Hasundutan melalui :
Barton Naibaho 085373371450,
Harapan Sibarani 081260840079
Barita Manullang 082167670482.
Bisa juga langsung datang ke Kantor Dinas Pariwisata di jalan Letkol PH. Purba Km 3 Komplek Perkantoran Purba Dolok, Dolok Sanggul.
The post Ayo Hadiri dan Ikuti Event Pariwisata “Pesona Humbahas 2018” appeared first on Disparbud Dairi.
]]>The post General Manager GNKT : Optimis Tahun 2019 GNKT Terdaftar dan Menjadi Bagian UNESCO GLOBAL GEOPARKS appeared first on Disparbud Dairi.
]]>Wan Hidayati memaparkan bahwa BPGNKT bersama Pemprovsu, Pemda 7 Kabupaten se-Kawasan Danau Toba dan stake holder telah berupaya semaksimal mungkin memenuhi rekomendasi UNESCO beberapa waktu yang lalu diantaranya membangun sarana dan prasarana seperti, toilet, jalan setapak, galeri, papan informasi, panel, gapura, taman dan lainnya.
Disamping itu juga sosialisasi Geopato gencar dilaksanakan ke sekolah-sekolah dan anak-anak sekolah minggu dengan jargon cinta Tuhan, sesama dan lingkungan juga penanaman pohon dengan melibatkan masyarakat setempat, pemberdayaan masyarakat dengan pembentukan dan pembinaan Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis), komunitas, pengrajin dan penenun ulos dan lain-lain.
“Sampai saat ini kita tetap dan terus mengupayakan pembenahan dan pembangunan di titik geosite-geosite yang akan dikunjungi oleh tim asesor yang direncanakan pada akhir Juli sd awal Agustus 2018 dengan diawali dari rute Bandara Silangit (Humbahas), Tobasa, Simalungun, Karo, Dairi, Samosir yang diharapkan disambut oleh Bupati atau pejabat setempat kemudian ke Hotel Grand Aston Medan akan dilaksanakan ujian atau wawancara dengan GM BPGNKT selanjutnya ditutup dengan farewell party bersama Gubsu dan para Bupati se-Kawasan Danau Toba dan juga stake holder”, jelasnya.
Satu harapan semoga impian menjadi kenyataan GNKT terdaftar dan menjadi bagian dari UGG sehingga akan membawa dampak positif dan signifikan pada geliat peningkatan dan perkembangan jumlah kunjungan kepariwisataan Kawasan Danau Toba yang bermuara pada peningkatan perekonomian, kesejahteraan dan pendapatan masyarakat.
Wan Hidayati menambahkan sebagai hasil erupsi terakhir Gunung Toba yang maha dahsyat sekitar 75 ribu tahun yang lalu telah mewarisi pesona alam Kawasan Danau Toba yang kelas internasional tiada tandingannya, budaya yang khas dan kaya dengan keragaman hayati termasuk kuliner yang nikmat, karena itu sangat optimis GNKT menjadi bagian dan terdaftar di UGG pada tahun 2019 yang akan datang asalkan soliditas dan sinergitas yang kokoh dan kuat dari semua stake holder (pemangku kepentingan) yang berkepentingan seperti BPGNKT, BODT, Pemprovsu, Pemda 7 Kabupaten se-Kawasan Danau Toba, komunitas, LSM/Pers dan seluruh masyarakat tetap terjalin baik serta melaksanakan peran, tugas dan fungsi sesuai porsi masing-masing. (Mosanda Tampubolon).
The post General Manager GNKT : Optimis Tahun 2019 GNKT Terdaftar dan Menjadi Bagian UNESCO GLOBAL GEOPARKS appeared first on Disparbud Dairi.
]]>The post Komunitas Pendaki Musiman Langkat Kagumi Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo appeared first on Disparbud Dairi.
]]>Aril selaku pimpinan komunitas yang berasal dari Desa Cinta Dapat, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat yang semuanya muda dan energik dan pencinta alam dan lingkungan ini mengungkapkan bahwa pesona TWI-Sitinjo sangat bagus alamnya dan juga pelayanannya sangat ramah.
Lanjutnya, “ini adalah kunjungan kami yang perdana, sebelumnya kami berkemah di Pusuk Buhit Samosir, kami datang karena penasaran dengar dari teman-teman dan melihat di medsos, kami tadi datang agak kesorean dan uda gelap dan belum sempat melihat semuanya lokasi ini, kami akan datang lagi, ungkapnya berjanji.
“Saya pikir TWI ini hanya tempat wisata agama doang, ternyata cocok juga wisata alam tempat outbond dan menarik juga untuk tempat berkemah apalagi ada air terjunnya, bukit-lembahnya, alamnya dan suasananya enak, luas lagi, pokoknya kami mau datang nanti berkemah deh” ungkap Bowo yang juga diamini anggota komunitas lainnya.
Sementara Marulak Situmorang selaku Kabid Pariwisata didampingi Mosanda Tampubolon, SS selaku Kasi Pemasaran Pariwisata mengungkapkan terimakasih atas kunjungannya dan menyambut baik rencananya untuk datang kembali berkemah dan menikmati Wisata Religi TWI dan juga alamnya, Pemkab Dairi melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan terus berusaha memelihara, merawat, membangun dan berinovasi mengantisipasi kebosanan pengunjung dimana pada tahun 2018 ini akan dibangun Menara Pandang (Menara Babel) sehingga pengunjung tertarik untuk datang lagi, ungkapnya dilokasi Pusat Informasi TWI-Sitinjo (19/06/18). (Mosanda Tampubolon).
The post Komunitas Pendaki Musiman Langkat Kagumi Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo appeared first on Disparbud Dairi.
]]>The post Puluhan Personil Bintara Polres Dairi Lulusan Tahun 2018 Kunjungi Taman Wisata Iman Sitinjo appeared first on Disparbud Dairi.
]]>Aiptu J.P. Karosekali selaku pimpinan rombongan mengungkapkan bahwa kunjungan dari para bintara lulusan angkatan tahun 2018 tersebut dimaksud untuk menambah pengetahuan dan wawasan kepariwisataan khususnya Objek Wisata Religi Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo yang menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat serta Pemerintah Kabupaten Dairi yang suatu saat berguna dalam pelaksanaan tugas-tugas kepolisian nantinya.
“Disamping itu, kunjungan ini sebagai refreshing bagi para anggota setelah sekitar dua minggu mengikuti pendidikan dan praktek langsung ke lapangan terkait ilmu kepolisian”, jelas bintara senior ini yang juga pelatih beladiri di lingkungan Polres Dairi dengan senyum tegasnya.
Sementara Marulak Situmorang dalam penjelasan singkatnya dihadapan para fresh graduate bintara muda di lapangan terbuka di Komplek Taman Firdaus, TWI-Sitinjo mengungkapkan terimakasih dan apresiasi kepada AKBP Erwin Wijaya Siahaan selaku Kapolres Dairi melalui Aiptu J.P. Karosekali dan rombongan yang telah memilih TWI-Sitinjo menjadi salah satu lokasi kunjungan untuk menambah wawasan para lulusan Bintara Polri yang bertugas di Polres Dairi.
Lanjutnya, TWI-Sitinjo berdiri sejak tahun 2002 dimana peletakan batu pertama oleh Prof. Dr. H. Said Agil Al Munawar selaku Menag RI yang diprakarsai oleh M. P. Tumanggor dan Johnny Sitohang selaku Bupati dan Wabup Dairi pada saat itu.
TWI-Sitinjo yang terletak di Bukit Sitinjo yang asri dengan landscape menawan didisain berdiri kokoh lima rumah ibadah yaitu Mesjid, Gereja, Vihara, Temple sebagai representasi dari lima agama yang diakui di Indonesia dengan tujuan diharapkan setiap pengunjung mengagumi dan menghargai ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa, Meningkatkan dan mempertebal keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa serta meningkatkan dan merajut toleransi antar umat beragama, jelasnya.
Dimasa pemerintahan Bupati Dairi KRA. Johnny Sitohang Adinegoro, S. Sos TWI Sitinjo terus berbenah dengan peningkatan pembangunan Taman Firdaus dengan bangunan Patung Manusia Pertama Adam dan Hawa, ular raksasa sebagai simbol iblis penggoda manusia pertama jatuh kedalam dosa, taman dan aliran sungai, Jalan setapak menuju Air Terjun Sampendabah, Landscaping Taman Firdaus, Interior Ular, Fasilitas outbond dan lain, lain kemudian di tahun 2018 ini akan dibangun Menara Babel serta pembangunan berkelanjutan lainnya, tambahnya.
Dampak dari pembangunan TWI-Sitinjo bukan hanya peningkatan PAD Kabupaten Dairi namun telah dirasakan oleh masyarakat Dairi khususnya peningkatan ekonomi di lokasi TWI-Sitinjo.
Pemkab Dairi melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan telah menjalin kerjasama yang baik selama ini khususnya dengan Polisi Pariwisata dan berharap terus dijaga dan ditingkatkan sinergitas dengan seluruh stake holder termasuk Polres Dairi dalam membangun TWI-Sitinjo dan juga objek wisata lainnya seperti Silahisabungan dan Taman Wisata Alam Si Cike Cike khususnya dalam hal menciptakan keamanan dan kenyamanan para pengunjung.
“Kepada para bintara muda, kami atas nama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Dairi mengucapkan selamat bertugas dan mengabdi dilingkungan Polres Dairi dan semoga sinergitas yang baik tetap terbangun apik”, tutupnya. (Mosanda Tampubolon).
The post Puluhan Personil Bintara Polres Dairi Lulusan Tahun 2018 Kunjungi Taman Wisata Iman Sitinjo appeared first on Disparbud Dairi.
]]>The post Kadis Parbud Dairi Leonardus Sihotang Sambut Kunjungan APPARA untuk Mempromosikan Pariwisata Dairi ke Kancah Nusantara dan Internasional appeared first on Disparbud Dairi.
]]>Domi menjelaskan bahwa APPARA merupakan partnership dari (Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) dengan tujuan mendata even-even pariwisata daerah khususnya di Kawasan Danau Toba untuk dikemas apik dan menarik dalam bentuk photo, video maupun narasi untuk dipublikasikan serta dipromosikan ke khalayak ramai.
Lanjutnya, hasil dari data even-even 7 Kabupaten se-Kawasan Danau Toba, meliputi Dairi, Karo, Samosir, Tobasa, Simalungun, Humbahas, Taput ditambah Pakpak Bharat akan dituangkan dalam Calender of Event yang direncanakan akan di launcing pada tanggal 27 April 2018 di Jakarta.
“APPARA optimis dengan masuknya even Pemkab. Dairi seperti Pesta Budaya Njuah-Njuah dan juga Festival Danau Toba (FDT) dimana Dairi menjadi tuan rumah tahun 2018 ini akan dipublikasikan dan dipromosikan dengan memanfaatkan seluruh strategi dan media serta jaringan meluas ke nusantara bahkan ke dunia internasional”, tambahnya.
Drs. Leonardus Sihotang mengapresiasi maksud kunjungan APPARA serta menjelaskan bahwa Pesta Budaya Njuah-Njuah Kabupaten Dairi diselenggarakan sejak tahun 1995 pada intinya merupakan syukuran dari masyarakat pakpak sebagai penghuni asli Dairi atas berkat Tuhan Yang Maha Kuasa berupa hasil bumi yang melimpah.
“Namun tiga tahun terakhir ini yaitu mulai tahun 2015 dilaksanakan 5 hari dengan mengemas kreativitas dalam acaranya baik dalam seni budaya dan musik pakpak, pagelaran malam, sendra tari dan drama musikal, fashion show, fashion carnaval, kirab, era-era, tari persembahan, tari kolosal, lomba permainan tradisional, paparan budaya, sendihi, dan lain-lain yang ditampilkan dengan sentuhan kemasan modern dengan tetap mempertahankan nilai-nilai budaya pakpak itu sendiri”, tuturnya.
Keunikan seni budaya Pakpak ini belum terekspos luas walau sangat layak diangkat dan diyakini menjadi magnet nilai jual pariwisata yang berpotensi meningkatkan kunjungan pariwisata dan pendapatan daerah dan masyarakat, ungkapnya.
Untuk pelaksanaan FDT tahun 2018 dimana Disparbud Dairi menjadi tuan rumah belum bisa berbuat banyak karena masih menunggu rapat dari Kementerian BODT dan juga Pemprosu, namun untuk survey perencanaan dan pembenahan tempat di Silahisabungan akan segera dilaksanakan dan diharapkan sinergitas dari seluruh stake holder terkait baik Pemkab Dairi, OPD, komunitas, LSM/pers, Raja Turpuk serta masyarakat Silahisabungan khususnya demi suksesnya penyelenggaraan FDT yang direncanakan pada tanggal 5 s.d 9 Desember 2018 yang akan datang, tutupnya. (Mosanda Tampubolon)
The post Kadis Parbud Dairi Leonardus Sihotang Sambut Kunjungan APPARA untuk Mempromosikan Pariwisata Dairi ke Kancah Nusantara dan Internasional appeared first on Disparbud Dairi.
]]>The post Sendra Tari Legenda SICIKE-CIKE Sukses Memukau Bupati dan Ribuan Pengunjung di Open Stage PRSU Komplek Tapian Daya Medan appeared first on Disparbud Dairi.
]]>Penonton yang berjubel menyaksikan Legenda Si Cike Cike yang ditampilkan Pemkab Dairi melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan tersebut seakan terhipnotis dimana hampir tak seorangpun yang meninggalkan tempat duduk panggung terbuka permanen setengah bundar tersebut sejak dimulai pada pukul 21.15 sampai berakhir 22.10 WIB atau dengan durasi sekitar 55 menit para penonton terkesima dan terhipnotis mengikuti alur cerita dengan iringan aplaus bersahutan bahkan jeritan suka cita mewarnai pagelaran tersebut sebagai tanda kagum dan sukacita.
Fakta tersebut diatas sebagai bukti bahwa masyarakat Sumatera Utara khususnya Dairi sangat menyambut baik dan membutuhkan hiburan dengan mengusung tema seni budaya daerah atau lokal dengan keunikannya menjadi momentum untuk mencintai, menggali, mengembangkan dan melestarikan budaya daerah Pakpak sebagai bagian dari Budaya Nasional/Nusantara yang merupakan alternatif magnet dan daya tarik dalam meningkatkan kunjungan ke destinasi wisata.
Sendra Tari Legenda Si Cike Cike dengan ide cerita atau pemrakarsa GEMA Si Cike Cike mengisahkan asal muasal Sipitu Marga Pakpak Angkat, Bintang, Ujung (ibu berru Saraan) Capah, Kudadiri, Gajah Manik dan Sinamo (ibu berru Padang) dan Putrinya Nantampuk Mmas yang merupakan Keturunan Raja Naga Jambe termasuk Pasi dan Berampu dimana leluhurnya dulu berasal dari Si Cike Cike yang sekarang menjadi kawasan register hutan lindung dan Danau Si Cike Cike terletak di Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.
Pagelaran tersebut dikemas apik dengan menampilkan gerakan tarian khas Pakpak Dairi lengkap dengan kostumnya maupun pakaian adat, beberapa peralatan perlengkapan kehidupan zaman dulu diiringi dengan aransemen musik tradisional pakpak, musik modern dan juga musik kombinasi yang unik dan harmoni serta penataan efek pencahayaan yang sungguh sangat layak diapresiasi menjadi suguhan penampilan seni budaya yang menarik sebagai penangungjawab Drs. Leonardus Sihotang selaku Kadis Pariwisata dan Kebudayaan dan Pelatih Tari Agung Prabowo serta penari dari staf Disparbud dan juga siswa/i direkrut dari pelajar SMP-SMA se-Sidikalang.
“Sebagai putra Pakpak, Saya bangga dan senang atas penampilan dan suguhan mantap dan luarbiasa tersebut, terimakasih kepada seluruh tim yang telah bekerja keras dan berharap Disparbud Dairi sebagai leading sector tetap mempertahankan dan meningkatkan serta melanjutkan even seni budaya Pakpak di hari yang akan datang, sukses Disparbud dan bangkitlah Seni Budaya Pakpak”, ungkap Ir. Ahmad Padang bersemangat selaku pemerhati Seni Budaya Pakpak ketika diminta komentarnya sesaat setelah pagelaran usai.
Sendra Tari Legenda Si Cike Cike tersebut ditampilkan oleh Pemerintah Kabupaten Dairi melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan pada Pagelaran Malam Seni Budaya Pakpak dimana PRSU berlangsung mulai tanggal 16 Maret sampai dengan 16 April 2018 di Komplek Tapian Daya, Jl. Gatot Subroto Medan
(Mos)
The post Sendra Tari Legenda SICIKE-CIKE Sukses Memukau Bupati dan Ribuan Pengunjung di Open Stage PRSU Komplek Tapian Daya Medan appeared first on Disparbud Dairi.
]]>